Peribahasa Eropa Saat Menerapkan Work From Home – Indonesia saat ini memasuki masa darurat bencana Corona hingga dua bulan ke depan. Kebanyakan dari kita pun harus ikut aturan work from home, bekerja dari rumah dan menghindari keramaian.

Memang di dunia yang saling terhubung (interconnected), berbagai aktivitas dapat kita lakukan dengan mudah. Cukup dengan menyentilkan jari ke layar telepon seluler atau laptop. slot online indonesia

Sent, delivered, read. Typing…

Meski begitu tak dapat dipungkiri, setelah seharian di rumah, tentu cepat atau lambat kita dihinggapi rasa bosan. 

Satu tips jitu mengusir rasa bosan adalah belajar bahasa asing. 

Hobi belajar bahasa asing jugalah yang mengantarkan saya untuk menekuni profesi diplomat, hingga diterima bekerja pada KBRI Brussel di Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa.

Peribahasa Eropa Saat Menerapkan Work From Home

Bermitra dengan rekan kerja dari 28 (27 setelah Brexit) negara anggota Uni Eropa, mau tidak mau saya harus menguasai sedikit bahasa mereka. 

Meski Bahasa Inggris lazim dipergunakan di lingkungan Uni Eropa, pemahaman dasar tentang berbagai bahasa Eropa sangat membantu mengerti “gosip lokal”, karena kita menjadi lebih paham konteks dan suasana kebatinan.

Dan tentu saja, bagi para diplomat lajang seperti saya, fasih berbahasa asing menjadi jurus ampuh mengambil hati rekan kerja yang “unyu-unyu”. 

Sejumlah peribahasa dalam berbagai bahasa Eropa berikut, dapat menjadi inspirasi untuk mulai belajar bahasa asing. Terutama kala terpaksa mengurung diri di rumah selama masa work from home.

Segala sesuatu yang telah menjadi kehidupan normal, cara hidup orang Eropa, sekarang memiliki risiko tinggi. Dan situasinya berubah dari hari ke hari.

UE berusaha keras untuk menemukan alat untuk mengimbangi kejatuhan ekonomi besar-besaran dari krisis coronavirus – yang mungkin membutuhkan upaya global.

“Krisis kesehatan global ini memiliki efek parah pada perekonomian kita,” Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen mengonfirmasi, Senin (16 Maret).

Maka dari tu segala kegiatan perkantoran maupun  pendidikan diliburkan dan melakukan segala aktivitasnya dari rumah saja atau melalui sistem online, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas lagi terhadap segala sesuatu yang terjadi terkait masalah virus corona dan untuk mengurangi dampak yang lebih besar terhadap penyebaran yang terjadi oleh virus tersebut. Dan di bawah ini merupakan peribahasa yang dipakai oleh masyarakat Eropa saat mereka menerapkan aktivitasnya yang dikenal dengan isilah  sistem Work From Home:

Peribahasa Eropa Saat Menerapkan Work From Home

1.Mieux vaut prévenir que guérir 

Apa pun dalam Bahasa Prancis memang terdengar romantis dan puitis. Jika diterjemahkan apa adanya, istilah satu ini artinya kurang lebih “sedia payung sebelum hujan”: lebih baik mengantisipasi ketimbang menyembuhkan. 

Di tengah wabah COVID-19, prioritas pertama adalah menjaga kesehatan. Dan jangan lupa, selalu lakukan langkah-langkah pencegahan termasuk sering mencuci tangan dengan sabun, menggunakan hand sanitizer, memakai masker jika batuk atau flu, dan hindari pusat keramaian. 

Selalu berpikir dua tiga kali sebelum mengambil risiko. Jangan sampai menyesal kemudian hari, sambil mengurut kepala membayar tagihan.

2.Chi dorme non piglia pesci

Peribahasa Italia satu ini dalam bahasa Inggris padanannya berarti “you snooze, you lose”. Artinya bukan kalau kena flu dan bersin-bersin berarti positif Corona ya. 

Ambil sisi positifnya, jangan pernah lengah atau kekalahan/nasib buruk akan menghampirimu. 

Jadi biar pun harus seharian di rumah, tetap produktif, selalu waspada dan antisipatif. Ikuti terus berita dan informasi resmi yang beredar. Awas, hati-hati hoax!

3.Arbeit ist die beste Jacke

Bangsa Jerman memang terkenal pekerja keras dan disiplin. Sampai-sampai, mereka punya peribahasa yang satu ini, yang artinya “cara terbaik untuk menghangatkan tubuhmu adalah dengan mengerjakan hal yang berguna”. 

Dinginnya musim dingin di Jerman memang menusuk hingga ke tulang. Tidak heran bagi orang Jerman, bekerja membakar kalori dianggap “jaket” terbaik untuk melindungi mereka dari cuaca minus saat musim dingin. 

Bosan di rumah? Tirulah orang Jerman dengan melakukan berbagai hal produktif, misalnya berolahraga, menyapu rumah, membersihkan gudang, mencuci mobil, dan lain-lain. 

Perhatikan juga lingkungan di sekitar rumah, apakah barang-barang sudah tertata rapi? Apakah akses keluar masuk dapat dilalui dengan mudah? 

Apakah ada genangan air dengan jentik nyamuk di taman? Jangan lupa, wabah demam berdarah juga sama berbahayanya dengan COVID-19, khususnya di musim hujan seperti sekarang.

4.Kdo se moc ptá, moc se dozví

Istilah bangsa Ceko ini mirip dengan lirik soundtrack film Disney Frozen, “let it go… let it gooooo…” 

Arti peribahasa ini adalah, “orang yang bertanya terlalu banyak, mengetahui terlalu banyak”. Akibatnya, kita justru semakin banyak diliputi pikiran negatif.

Memang cara terbaik untuk tetap berpikir positif di tengah hiruk-pikuk yang ada adalah dengan tawakal dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Yakinlah, setiap ujian apa pun pasti mampu dilewati dengan baik.

5.Obras son amores y no buenas razones

Peribahasa Spanyol satu ini sama artinya dengan “actions speak louder than words” alias “sedikit bicara, banyak berbuat”. 

Ini penting untuk dicamkan, khususnya saat membuka media sosial.  Ketimbang “julid”, nyinyir atau berdebat tanpa ujung di media sosial, fokuskan energi kita untuk berbuat kebaikan. 

Berbagi alat pelindung kesehatan, obat dan multivitamin kepada yang memerlukan, sebagai contoh. Tapi ingat, tetap harus waspada dan jaga social distance ya.

6.Tinfaxxax rasek cabel taqsama

Bahasa Malta adalah salah satu bahasa Eropa yang paling unik, antara lain dipengaruhi Bahasa Italia dan Arab. Peribahasa satu ini berarti “jangan membanderol kepalamu sebelum kepalamu terluka”. 

Dengan kata lain, jangan membesar-besarkan masalah dan melakukan sesuatu secara berlebihan. 

Ingat, antisipasi penting tapi jangan sampai panic buying hanya karena terpengaruh berita hoax. Justru kita jadi merugikan dan mengancam keselamatan jiwa orang lain yang lebih membutuhkan.

7.A necessidade é a mãe da invenção

Peribahasa Portugis ini mengingatkan kita, “kebutuhan adalah ibu dari semua inovasi”. 

Situasi yang sulit dan mendesak, seringkali justru melahirkan kreativitas dan solusi yang inovatif. Hal ini penting, karena orang Indonesia sejatinya sangat kreatif dan ringan tangan.

Banyak masyarakat yang belum mengetahui atau memiliki kesadaran tentang bahaya wabah COVID-19. Anda bisa membantu menyebarkan informasi dan petunjuk perlindungan diri ke lingkungan terdekat.

Mulailah dari yang sederhana. Membuat video Tik-tok yang edukatif sekaligus menghibur, misalnya. Bagi para fitness freaks, berbagi tips olahraga di YouTube juga tentu bermanfaat bagi masyarakat luas.

8.Ljubo doma, kdor ga ima

Istilah dalam Bahasa Slovenia ini berarti “home sweet home”. 

Memang, apa pun yang terjadi, seberat apa pun masalah yang melanda, pada akhirnya rumah sendiri menjadi tempat terbaik untuk beristirahat, mengadu dan menjadi diri sendiri.

Jadi, selagi bisa, manfaatkan waktu Anda di rumah semaksimal mungkin, berkumpul bersama dan menjaga kesehatan serta keselamatan keluarga di rumah.